PENDAHULUAN
Manajemen stratejik
merupakan suatu proses yang dinamik karna ia berlangsung secara terus-menerus
dalam suatu organisai. Setiap strategi memerlukan peninjauan ulang dan bahkan
mungkin perubahan dimasa depan. Salah satu alasan utama mengapa demikian halnya
ialah karena kondisi yang dihadapi suatu organisasi, baik yang sifat nya
internal maupun eksternal selalu berubah-ubah pula. Dengan perkataan lain
strategi manajemen dimaksudkan agar organisasi menjadi satuan yang mampu
menampilkan kinerja tinggi karena organisasi yang berhasil adalah organisasi
yang tingkat evektivitas dan produktivitasnya makin lama makin tinggi. Hanya
dengan demikianlah tujuan dan berbagai sasarannya dapat tercapai dengan hasil
yang memuaskan.
1. Tujuan
Tujuan
pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut:
1.
Agar
mahasiswa mengetahui proses manajemen strategi dalam suatu perusahaan.
2.
Memenuhi
tugas mata kuliah Manajemen Strategi di STPP Bogor
2. Manfaat
Manfaat dari pembuatan
makalah manajemen strategi adalah Menambah pengetahuan mahasiswa tentang proses
manajemen stratejik
KONSEP MANAJEMEN
STRATEJIK
CIRI-CIRI ORGANISASI BERKINERJA TINGGI
Pada
dasarnya, manajemen yang berhasil mengelola organisasi dibedakan dengan mereka
yang tidak atau kurang berhasil oleh kemampuan mereka untuk menjadikan
organisasi yang dipimpinnya menjadi organisasi yang berkinerja tinggi.
Ciri-ciri utama organisasi yang berkinerja tinggi, antara lain adalah sebagai
berikut :
Pertama
: Organisasi berkinerja tinggi mempunyai arah yang jelas untuk ditempuhnya.
Arah tersebut tercermin dari visi yang dimiliki oleh manajerdalam organisasi
tentang mau ke mana organisasi akan dibawa di masa depan dan mengapa. Para
manajer dalam organisasi memiliki keberanian mengambil resiko “memasuki medan
baru” dan tidak ragu-ragu meninggalkan cara keja, metoda, teknik dan kultur
lama apabila dipandang bahwa hal-hal tersebut tidak sesuai lagi dengan tuntunan
internal dan eksternal yang baru pula. Sebaliknya, para menejer yang tidak
berhasil menciptakan organisasi berkinerja tinggi biasanya membiarkan diri
disibukan oleh apa yang diangapnya sebagai krisis atau terpukau masalah-masalah
teknis secara mendetail sehingga mereka tidak sempat berfikir secara mendalam
tentang di mana organisasi akan berada
beberapa tahun di muka bila mereka terus-menerus bekerja seperti sedia kala
berbagai konsekuensi yang timbul ialah bahwa:
a.
Keputusan
penting tidak diambil
b.
Masalah-masalah
stratejik hanya sekedar dipelajari tetapi tidak ada tindak lanjut pemecahanya
c.
Mereka
lebih senang membiarkan organisasi lain bertindak dahulu dan baru mengikutinya
kemudian
Kedua: manajemen yang
berhasil menjadikan organisasi berkinerja tinggi selalu berupaya agar dalam
organisasi tersedia tenaga-tenaga berpengetahuan dan keterampilan tinggi
disertai oleh semangat kewirausahaan. Manajer demikian sangat peka terhadap
kebutuhan dan prilaku para pengguna produk yang dihasilkannya yang berarti
berusaha memahami kecendrungan–kecendrungan yang terjadi di pasaran. Tidak
kalah pentingnya ialah kecekatan
mereka untuk memanfaatkan
setiap peluang yang timbul. Manajer yng efektifdan berhasil selalu berupaya
mencari cara kerja yang lebih efisien dan efektif. Ciri-ciri demikian tidak
dimiliki oleh para manajer yang kinerja organisasi yang dipimpinny tidak
tinggi.
Ketiga:
Pada organisasi berkinerja tinggi, para manajernya membuat komitmen kuat pada
suatu rencana aksi strategi, yaitu rencana aksi yang diharapkan membuahkan
keuntungan finansial yang memuaskan dan yang menempatkan organisasi pada posisi
bersaing yang dapat diandlkan. Para manajer organisasi yang berhasil memandang
keunggulan kompetitif, lebih baik lagi apabila bersifat dominan sebagai kunci
untuk meraih keuntungan yang lebih tinggi dan berkelanjutan.
Keempat: Orientasi suatu
perusahaan berkinerja tinggi adalah “hasil” dan memiliki kesadaran yang tinggi
tentang pentingnya efektivitas dan produktifitas yang meningkat. Bagi mereka,
mencapai sasaran tepat pada waktu yang ditetapkan merupakan hal yang penting.
Oleh karena itulah mereka bersedia membayar tinggi tenaga kerja yang
berpengetahuan, berketerampilan dan berprilaku positif seperti loyalitas,
dedikasi serta bertanggung jawab. Sebaliknya para manajer yang kurang berhasil
senang mencari “kambing hitam” atau melemparkan kesalahan pada pihak lain yang
berada di luar kendaliorganisasi.
Kelima: Salah satu sifat
penting yang dimiliki para manajer yang berhasil ialah kesediaannya membuat
komitmen yang mendalampada strategi yang telah ditentukan dan berupaya bersama seluruh komponen
organisasi lainnya agar strategi tersebut membuahkan hasil yang diharapkan.
Manajer yang efektif pada umumnya memahami persyratan-persyaratan internal apa
yang harus terpenuhiagar implementasi strategi berhasil. Berikut adalah tiga
sudut pandang manajer dalam “managing by wandering around” :
a.
Kehadiran
mereka di tengah-tengah bawahan mempunyai daya dorong yang sangat kuat
b.
Mereka
mengetahui dengan jelas dan pasti bagaimana jalannya organisasi
c.
Mereka
terlibat langsung dalam memimpin pelaksanaan strategi yang telah ditetapkan.
Sebaliknya,
para manajer yang kurang berhasil memiliki berbagai sifat yang tidak kondusif
dalam upaya meraih keberhasilan, seperti :
a.
Sibuk
melibatkan diri dalam “birokrasi organisasi”
b.
Banyak
waktu yang tidak produktif
c.
Tidak
memandang implementasi yang sistematis dari suatu rencana sebagai tanggung
jawab utamanya
d.
Mereka
lebih suka mengatur dari belakang meja
e.
Senang
melakukan pengawasan yang ketat
TAHAP-TAHAP DALAM PROSES MANAJEMEN
STRATEGI
Strategi
bisnis adalah suatu keputusan dasar yang diambil oleh manajemen puncak yang
menentukan dalam bidang usaha apa organisasi bergerak sekarang dan di masa yang
akan datang. Tahapan yang dilalui dalam manajemen strategi yaitu:
1.
Perumusan
Misi Organisasi (perusahaan)
Bagi
suatu organisasi atau perusahaan penentuan misi sangat penting karena misi itu
bukan hanya sangat mendasar sifat nya, tetapi membuat organisasi memiliki jati
diri yang bersifat khas. Pentingnya misi juga terlihat dengan jelas apabila
diingat bahwa ia menentukan tugas-tugas utama yang harus terselenggara dalam
organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Beberapa ciri yang harus
tergambar dengan jelas dalam suatu misi yaitu :
a.
Merupakan
pernyataan yang bersifat umum dan berlaku untuk kurun waktu yang panjang
tentang niat organisasi yang bersangkutan
b.
Mencakup
filsafat yang dianut dan akan digunakan oleh pengambil keputusan strategi dalam
organisasi
c.
Secara
impilisit menggambarkan citra yang hendak diproyeksikan ke masyarakat luas
d.
Merupakan
pencerminan jati diri yang ingin diciptakan, ditumbuhkan, dan dipelihara
e.
Menunjukan
produksi barang atau jasa apa yang menjadi andalannya
a. Mengambarkan dengan jelas kebutuhan
apa dikalangan pelaggan atau pengguna jasa yang akan diupayakan untuk dipuaskan
Singkatnya, dalam misi harus jelas
terlihat produk andalan apa yang akan dihasilkan, pasaran konsumen yang
bagaimana yang
akan direbut, cara pemanfaatan teknologi yang akan digunakan yang menggambarkan
sistem nilai dan skala prioritas yang dianut oleh para penambil keputusan
strategi dalam organisasi
1.
Peran
Profil Organisasi (Perusahaan)
Setiap
organisasi menghadapi keterbatasan kemampuan menyediakan dan memperoleh
sumber-sumber yang diperlukannya, baik dalam arti dana, sarana, prasarana,
waktu dan tenaga kerja. Menghadapi kenyataan demikian manajemen puncak perlu
melakukan suatu analisis yang objektif agar dapat ditentukan kemampuan organisasi
berdasarkan berbagai sumber yang sudah dimiliki. Berdasarkan analisa itulah
profil organisasi ditetapkan. Profil dimaksud menggambarkan kuantitas dan
kualitas berbagai sumber yang dapat atau mungkin dikuasainya untuk dimanfaatkan
dalam rangka pelaksanaan strategi yang telah ditentukan.
2.
Lingkungan
Eksternal
Setiap
manajer puncak kiranya menyadari bahwa organisasi yang dipimpinnya mau tidak
mau harus berinteraksi dengan lingkungannya. Perjalanan organisasi dipengaruhi
oleh dampak peristiwa, perkembangan dan sifat perubahan yang terjadi pada
lingkungannya. Lingkungan tersebut digolongkan menjadi dua yaiu lingkungan
eksternal dekat dan jauh.
Lingkungan
eksternal dekat yaitu lingkungan eksternal yang mempunyai dampak pada pada
kegiatan-kegiatan operasional organisasi, seperti berbagai kekuatan dan kondisi
dalam lingkup lapangan kerja spesifik yang spesialistik tetapi diperlukan oleh
organisasi yang berpengaruh terhadap pemilihan alternatif strategi yang diperkirakan mendukung upaya
pencapaian tujuan organisasi. Berbagi lingkungan dekat dapat timbul karena
tindakan organisasi yang bersangkutan sendiri dan tindakan prilaku berbagai
pihak lain dalam lingkungan eksternal seperti pesaing, konsumen, pengaruh
produksi,pemasok atau penyandang dana.
Lingkungan eksternal jauh yaitu
berbagai kekuatan dan kondisi yang timbul terlepas dari apa yang terjadi pada
lingkungan eksternal dekat tetapi sudah dikenali dandimanfaatkan oleh para
pesaing. Kekuatan dan kondisi demikian dapat bersifat politik, ekonomi,
teknologi, keamanan, hukum, sosial budaya, pendidikan dan kultur masyarakat
luas. Misalnya dibidang politik dapat timbul situasi dimana terjadi perubahan
dalam pemerintahan. Agar misi yang diemban tercapai dan profil yang telah
ditetapkan terus terpelihara, tidak ada pilihan bagi manajemen kecuali
mengenali, memperhitungkan dan, sejauh mungkin memanfaaatkan faktor-faktor
lingkungan eksternal tersebut.
1.
Analisis
dan Pilihan Strategi
Pemilihan yang dilakukan
secara simultan terhadap lingkungan eksternal dan profil perusahaan
memungkinkan manajemen mengidentifikasi berbagai jenis peluang yang mungkin
timbul dan dapat dimanfaatkan. Berbagai peluang tersebut berupa kemungkinan
yang wajar untuk dipertimbangkan. Dalam analisis tersebut manajemen mutlak
perlu melakukan penyaringan yang cermat sehingga terlihat perbedaan nyata
antara kemungkinan sebagai peluang yang diinginkan. Suatu strategi harus
bermuara pada penggabungan antara sasaran jangka panjang dan strategi dasar
organisasi yang pada gilirannya menempatkan perusahaan pada posisi yang optimal
dalam menghadapi lingkungan dalam rangka mengemban misi yamg telah ditetapkan
sebelumnya. Misalnya jika manajemen suatu perusahaan merasa bahwa perusahaan
sudah terlalu tergantung pada suatu produk tertentu, mungkin saja timbul keinginan
untuk melakukan suatu analisis yang mengarah pada suatu pilihan yang sifatnya
strategi.
Pada
umumnya menentukan pilihan yang sifatnya stratejik bukanlah hal yang mudah,
karena sebelum pilihan dijatuhkan pada suatu alternatif tertentu, diperlukan terlebih
dahulu suatau analisis stratejik untuk
menyetarakan setiap peluang ang diperkirakan akan timbul dengan tujuan atau
sasaran jangka panjang tertentu. Berbagai kreteria yang biasanya digunakan
ialah sikap manajemen puncak mengenai pengambilan resiko, fleksibelitas,
stabilitas, pertumbuhan, tingkat keuntungan dan diversivikasi produk.
1. Penetapan sasaran jangka panjang
Dimuka
telah ditekankan bahwa tidak ada “ rumus” yang pasti yang dapat digunakan oleh
semua original tentang batasan kurun waktu yang sifatnya “ jangka panjang” .
masing-masing organisasi harus menentukan bagi sendiri apa artinya jangka
panjang itu. Yang jelas bahwa pada umumnya suatu atau berbagai sasaran dapat
dikatakan bersifat jangka panjang apabila cakupan kurun waktunya “ multi tahun”
agar mempunyai makna operasional yang dipahami oleh semua orang didalam
organisasi, manajemen puncak harus menyatakan secara jelas apa yang ingin
dicapai perusahaan dalam kurun waktu tertentu dimasa yang akan datang, karena
itulah apa yang dimaksud dengan sasaran. Pada umumnya pencapaian sasaran
melibatkan berbagai unsur perusahaan seperti pencapaian tingkat keuntungan ,
dividen bagi perusahaan, keunggulan kompetitif, kepemimpinan dalam pemanfaatan
teknologi yang berkembang pesat, tingkat produktifitas , hubungan yang serasi
dengan para karyawan, pengembangan para karyawan, dan tanggung jawab sosial
perusahaan. Penting untuk memperhatikan berbagai sasaran yang ingin dicapai
tidak hanya menyangkut produk –yang sedapat mungkin didasarkan pada keunggulan
kompetitif –dan juga tidak hanya penguasaan pangsa pasar yang lebih besar, akan
tetapi menyangkut berbagai aspek kehidupan kekaryaan para anggota organisasi,
seperti pengurangan tingkat kemangkiran, peningkatan kepuasan kerja dan
pengurangan perpindahan pegawai ke instansi lain. Sejauh mungkin, berbagai
sasaran tersebut dinyatakn secara spesifik, dapat diukur, dan dapat dicapai dan
konsisten dengan berbagai sasaran lain yang ingin dicapai oleh perusahaan.
2. Penentuan strategi induk
Untuk
mencapai berbagai sasaran yang telah ditentukan, setiap organisasi memerlukan
strategi induk. Maksudnya, rencana umum
yang bersifat menyeluruh atau komprehensif yang mengandung arahan tentang
tindakan-tindakan utama yang apabila terlaksana dengan baik akan berkakibat
pada tercapainya berbagai sasaran jangka panjang dalam lingkungan eksternal
yang bergerak dinamis. Pendekatan yang digunakan antara lain:
- konsistensi usaha pada satu produk tertentu karena organisasi memiliki keunggulan kompetitif,
- pengembangan pasar yang baru,
- pengembangan produk, baik dalam arti peningkatan mutu produk yang sudah dihasilkan maupun dalam arti produk baru
- inovasi, suatu hal yang dipandang suatu kebutuhan mutlak organisasi di masa depan
- integrasi bersifat horisontal,
- integrasi bersifat vertikal,
- usaha patungan dengan organisasi lain,
- pengalihan usaha pada bidang baru
- likuidasi
1. Penentuan sasaran jangka pendek
Sasaran
jangka panjang suatu organisasi memerlukan kongkretisasi. Salah satu cara
melakukan kongkretisasi adalah dengan melakukan periodisasi, antara lain
menerapkan sasaran tahunan. Dengan kata lain, sasaran jangka panjang mutlak
perlu dirinci dalam sasaran jangka pendek, selama satu tahun. Karena sifatnya rincian sasaran
jangka panjang, maka bidang-bidang sasaran jangka panjang juga merupakan
bidang- bidang sasaran jangka pendek. Hanya waktunya lebih dekat, rincian
tersebut harus semakin jelas, konkret, mengandung hal-hal yang sifatnya
mendetail dan semakin kuantitatif.
2. Penentuan strategi operasional
Telah
umum diketahui suatu organisasi bisnis
terdiri dari berbagai satuan kerja. Yang dikenal dengan berbagai nomenklatur
seperti departemen, divisi, bagian, seksi, dan lain sebagainya. Berbagai satuan kerja inilah yang
mengoperasikan rencana maupun strategi perusahaan. Bagi mereka inilah strategi
operasional dibuat dan ditentukan dan atas dasar itu pulalah mereka bekerja
pada tahun berikutnya. Satu hal yang menonjol dalam strategi operasional ialah
rencana dan program kerja yang dinyatakan dalam bentuk anggaran.
3. Perumusan kebijaksanaan
Dengan telah melalui
berbagai proses manajemen strategik dimuka, yang masih diperlukan ialah
perumusan kebijaksanaan dalam arti penentuan berbagai petunjuk untuk memandu
cara berfikir, cara pengambilan keputusan dan cara bertindak bagi para manajer
dan bawahanya yang kesemuanya diarahkan pada
implementasi
dan operasionalisasi strategi organisasi yang bersangkutan. Kebijaksanaan dalam
kaitan ini diartikan sebagai pernyataan formal dari pimpinan organisasi yang
digunakan oleh berbagai pihak dalam organisasi dalam menunaikan kewajiban dan
memikul tanggung jawab masing-masing. Kebijaksanaan merupakan bagian dari upaya
menjamin bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam organisasi dimaksudkan dalam
mencapai berbagai sasaran dan tujuan yang ingin dicapai dalam tanggung jawab
masing-masing.
Sebagai
salah satu langkah dalam proses manajemen stratejik ialah perumusan
kebijaksanaan. Yang dimaksud dengan kebijaksanaan disini adalah suatu prosedur
operasional yang baku. Yang dalam bahas inggris dikenal dengan isitilah “ standard operating system “ (SOP).
Dengan kata lain, merupakan suatu pernyataan oleh manajemen puncak tentang
cara-cara yang akan digunakan dimasa yang akan datang untuk mencapai berbagai
sasaran yang telah ditetapkan. Mengenai peranan kultur pun harus mendapat
sorotan khusus dalam rangka implementasi suatu strategi. Seperti diketahui
kultur organisasi adalah “makna yang diberikan oleh para anggota organisasi
pada kehidupan bersama.” Dengan demikian setiap orang terikat pada kultur yang
disepakati bersama itu. Pentingnya kultur organisasi terlihat dengan lebih
jelas lagi apabila diingat bahwa kultur mempunyai fungsi-fungsi yang sangat
penting dalam kehidupan organisasional seperti :
a. Penentu batas-batas berperilaku.
b. Penjamis stabilitas sosial dalam
organisasi
c. Pengendali emosi
d. Penyalur informasi
e. Penentu mekanisme pengawasan.
Para pakar
menekankan bahwa seluruh fungsi kultur tersebut mengejewantah dalam pandangan
“bagaimana saya harus berperilaku dalam organisasiini.” Kesediaan berperilaku
sesuai dengan tuntutan kultur organisasi akan meningkatkan efektifitas dan
produktifitas kerja organisasiDengan demikian pencapaian tujuan dan berbagai
sasaran diperkirakan akan lebih terjamin.
1. Penciptaan sistim pengawasan
Merupakan kenyataan
yang tidak dapat disanggah bahwa oprerasionalisasi strategi memerlukan
pengawasan. Mengawasi berarti mengamati dan memantau dengan berbagai cara
Seperti pengamatan langsung
kegiatan-kegiatan
operasional dilapangan, membaca laporan dan berbagai cara lainnya sementara
berbagai kegiatan operasional sedang
berlangsung. Maksudnya ialah untuk mengetahui apakah dalam pelaksanaan
terdapat penyimpangan disengaja atau tidak
dari rencana dan program yang
telah ditentukan sebelumnya.
1. Penciptaan sistim penilaian
Penilaian sebagai “upaya sadar untuk
membandingkan hasil yang seharusnya dicapai dengan hasil yang seharusnya
dicapai dengan hasil yang nyata dicapai dalam rangka pencapaian tujuan suatu
organisasi.”
Dari defenisi diatas terlihat beberapa
hal, pertama, Penilaian merupakansalah satu fungsi manajerial yang sangat
penting dan oleh karena itu mutlak perlu dilakukan oleh manajemen. Kedua,
Karena manajemen merupakan suatu proses, penilaian dilakukan apabila suatu tahaap implementasi misalnya tahap
jaangka pendek telah selesai dikerjakan disini terlihat perbedaan penilaian
dari pengawasan. Ketiga, penilaian merupakan suatu teknik pembandingan, yaitu
antara lain hasil yang nyata dicapai yang diukur dengan berbagai kriteria
tertentu sepeti waktu, dana yang digunakan, jumlah dan mutu produk yang
dihasilkan.
2. Penciptaan sistim umpan balik
Dalam dunia bisnis disadari benar, baik oleh para
teoretisi maupun oleh para praktisi bahwa dalam setiap dan semua jenis kegiatan
yag berlangsung dalam organisasi diperlukan umpan balik, Manajemen puncak
sangat berkepentingan memperoleh umpan balik tentang bagaimana strategi yang
telah ditetapkan diimplementasikan, dengan umpan balik yang faktual, tepat
waktu, dan objektif, manajemen puncak memperoleh pengetahuan tentang segi-segi
keberhasilan organisasi maupun kekurang berhasilannya, atau bahkan
kegagalannya.
KESIMPULAN
Dari uraian di atas mahasiswa
dapat menyimpulkan bahwa manajer yang efektif dan berhasil adalah mereka yang
mampu berperan selaku penentu strategi yang tangguh, wirausahawan yang handal
dan pemimpin yang efektif bagi para bawahannya. Pembahasan dimuka kiranya
menggambarkan dengan jelas bahwa agar efektiftas dan produktifitas organisasi
perusahaan meningkat, proses manajemen stratejik memainkan peranan penting dan
menentukan.
Daftar Pustaka
Sondang P.S.
2009. Manajemen Strategi : Proses Manajemen Strategi dan Tahapannya dalam Organisasi
Perusahaan.
SOWC. 2009. http://MEnstra.wordpress.com/2009/01/07/120/.
19 Oktober 2013.