Rabu, 04 Desember 2013


PENDAHULUAN
Manajemen stratejik merupakan suatu proses yang dinamik karna ia berlangsung secara terus-menerus dalam suatu organisai. Setiap strategi memerlukan peninjauan ulang dan bahkan mungkin perubahan dimasa depan. Salah satu alasan utama mengapa demikian halnya ialah karena kondisi yang dihadapi suatu organisasi, baik yang sifat nya internal maupun eksternal selalu berubah-ubah pula. Dengan perkataan lain strategi manajemen dimaksudkan agar organisasi menjadi satuan yang mampu menampilkan kinerja tinggi karena organisasi yang berhasil adalah organisasi yang tingkat evektivitas dan produktivitasnya makin lama makin tinggi. Hanya dengan demikianlah tujuan dan berbagai sasarannya dapat tercapai dengan hasil yang memuaskan.

1.      Tujuan

Tujuan pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut:
1.    Agar mahasiswa mengetahui proses manajemen strategi dalam suatu perusahaan.
2.    Memenuhi tugas mata kuliah Manajemen Strategi di STPP Bogor

2.    Manfaat
Manfaat dari pembuatan makalah manajemen strategi adalah Menambah pengetahuan mahasiswa tentang proses manajemen stratejik
KONSEP MANAJEMEN STRATEJIK

CIRI-CIRI ORGANISASI BERKINERJA TINGGI
            Pada dasarnya, manajemen yang berhasil mengelola organisasi dibedakan dengan mereka yang tidak atau kurang berhasil oleh kemampuan mereka untuk menjadikan organisasi yang dipimpinnya menjadi organisasi yang berkinerja tinggi. Ciri-ciri utama organisasi yang berkinerja tinggi, antara lain adalah sebagai berikut :
            Pertama : Organisasi berkinerja tinggi mempunyai arah yang jelas untuk ditempuhnya. Arah tersebut tercermin dari visi yang dimiliki oleh manajerdalam organisasi tentang mau ke mana organisasi akan dibawa di masa depan dan mengapa. Para manajer dalam organisasi memiliki keberanian mengambil resiko “memasuki medan baru” dan tidak ragu-ragu meninggalkan cara keja, metoda, teknik dan kultur lama apabila dipandang bahwa hal-hal tersebut tidak sesuai lagi dengan tuntunan internal dan eksternal yang baru pula. Sebaliknya, para menejer yang tidak berhasil menciptakan organisasi berkinerja tinggi biasanya membiarkan diri disibukan oleh apa yang diangapnya sebagai krisis atau terpukau masalah-masalah teknis secara mendetail sehingga mereka tidak sempat berfikir secara mendalam tentang di mana  organisasi akan berada beberapa tahun di muka bila mereka terus-menerus bekerja seperti sedia kala berbagai konsekuensi yang timbul ialah bahwa:
a.    Keputusan penting tidak diambil
b.    Masalah-masalah stratejik hanya sekedar dipelajari tetapi tidak ada tindak lanjut pemecahanya
c.    Mereka lebih senang membiarkan organisasi lain bertindak dahulu dan baru mengikutinya kemudian
Kedua: manajemen yang berhasil menjadikan organisasi berkinerja tinggi selalu berupaya agar dalam organisasi tersedia tenaga-tenaga berpengetahuan dan keterampilan tinggi disertai oleh semangat kewirausahaan. Manajer demikian sangat peka terhadap kebutuhan dan prilaku para pengguna produk yang dihasilkannya yang berarti berusaha memahami kecendrungan–kecendrungan yang terjadi di pasaran. Tidak kalah pentingnya ialah kecekatan
mereka untuk memanfaatkan setiap peluang yang timbul. Manajer yng efektifdan berhasil selalu berupaya mencari cara kerja yang lebih efisien dan efektif. Ciri-ciri demikian tidak dimiliki oleh para manajer yang kinerja organisasi yang dipimpinny tidak tinggi.
            Ketiga: Pada organisasi berkinerja tinggi, para manajernya membuat komitmen kuat pada suatu rencana aksi strategi, yaitu rencana aksi yang diharapkan membuahkan keuntungan finansial yang memuaskan dan yang menempatkan organisasi pada posisi bersaing yang dapat diandlkan. Para manajer organisasi yang berhasil memandang keunggulan kompetitif, lebih baik lagi apabila bersifat dominan sebagai kunci untuk meraih keuntungan yang lebih tinggi dan berkelanjutan.
            Keempat: Orientasi suatu perusahaan berkinerja tinggi adalah “hasil” dan memiliki kesadaran yang tinggi tentang pentingnya efektivitas dan produktifitas yang meningkat. Bagi mereka, mencapai sasaran tepat pada waktu yang ditetapkan merupakan hal yang penting. Oleh karena itulah mereka bersedia membayar tinggi tenaga kerja yang berpengetahuan, berketerampilan dan berprilaku positif seperti loyalitas, dedikasi serta bertanggung jawab. Sebaliknya para manajer yang kurang berhasil senang mencari “kambing hitam” atau melemparkan kesalahan pada pihak lain yang berada di luar kendaliorganisasi.
            Kelima: Salah satu sifat penting yang dimiliki para manajer yang berhasil ialah kesediaannya membuat komitmen yang mendalampada strategi yang telah ditentukan  dan berupaya bersama seluruh komponen organisasi lainnya agar strategi tersebut membuahkan hasil yang diharapkan. Manajer yang efektif pada umumnya memahami persyratan-persyaratan internal apa yang harus terpenuhiagar implementasi strategi berhasil. Berikut adalah tiga sudut pandang manajer dalam “managing by wandering around” :
a.    Kehadiran mereka di tengah-tengah bawahan mempunyai daya dorong yang sangat kuat
b.    Mereka mengetahui dengan jelas dan pasti bagaimana jalannya organisasi
c.    Mereka terlibat langsung dalam memimpin pelaksanaan strategi yang telah ditetapkan.



 
Sebaliknya, para manajer yang kurang berhasil memiliki berbagai sifat yang tidak kondusif dalam upaya meraih keberhasilan, seperti :
a.    Sibuk melibatkan diri dalam “birokrasi organisasi”
b.    Banyak waktu yang tidak produktif
c.    Tidak memandang implementasi yang sistematis dari suatu rencana sebagai tanggung jawab utamanya
d.    Mereka lebih suka mengatur dari belakang meja
e.    Senang melakukan pengawasan yang ketat

TAHAP-TAHAP DALAM PROSES MANAJEMEN STRATEGI
            Strategi bisnis adalah suatu keputusan dasar yang diambil oleh manajemen puncak yang menentukan dalam bidang usaha apa organisasi bergerak sekarang dan di masa yang akan datang. Tahapan yang dilalui dalam manajemen strategi yaitu:
1.      Perumusan Misi Organisasi (perusahaan)
            Bagi suatu organisasi atau perusahaan penentuan misi sangat penting karena misi itu bukan hanya sangat mendasar sifat nya, tetapi membuat organisasi memiliki jati diri yang bersifat khas. Pentingnya misi juga terlihat dengan jelas apabila diingat bahwa ia menentukan tugas-tugas utama yang harus terselenggara dalam organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Beberapa ciri yang harus tergambar dengan jelas dalam suatu misi yaitu :
a.    Merupakan pernyataan yang bersifat umum dan berlaku untuk kurun waktu yang panjang tentang niat organisasi yang bersangkutan
b.    Mencakup filsafat yang dianut dan akan digunakan oleh pengambil keputusan strategi dalam organisasi
c.    Secara impilisit menggambarkan citra yang hendak diproyeksikan ke masyarakat luas
d.    Merupakan pencerminan jati diri yang ingin diciptakan, ditumbuhkan, dan dipelihara
e.    Menunjukan produksi barang atau jasa apa yang menjadi andalannya
a.    Mengambarkan dengan jelas kebutuhan apa dikalangan pelaggan atau pengguna jasa yang akan diupayakan untuk dipuaskan
Singkatnya, dalam misi harus jelas terlihat produk andalan apa yang akan dihasilkan, pasaran konsumen yang bagaimana yang akan direbut, cara pemanfaatan teknologi yang akan digunakan yang menggambarkan sistem nilai dan skala prioritas yang dianut oleh para penambil keputusan strategi dalam organisasi
1.    Peran Profil Organisasi (Perusahaan)
            Setiap organisasi menghadapi keterbatasan kemampuan menyediakan dan memperoleh sumber-sumber yang diperlukannya, baik dalam arti dana, sarana, prasarana, waktu dan tenaga kerja. Menghadapi kenyataan demikian manajemen puncak perlu melakukan suatu analisis yang objektif agar dapat ditentukan kemampuan organisasi berdasarkan berbagai sumber yang sudah dimiliki. Berdasarkan analisa itulah profil organisasi ditetapkan. Profil dimaksud menggambarkan kuantitas dan kualitas berbagai sumber yang dapat atau mungkin dikuasainya untuk dimanfaatkan dalam rangka pelaksanaan strategi yang telah ditentukan.
2.    Lingkungan Eksternal
            Setiap manajer puncak kiranya menyadari bahwa organisasi yang dipimpinnya mau tidak mau harus berinteraksi dengan lingkungannya. Perjalanan organisasi dipengaruhi oleh dampak peristiwa, perkembangan dan sifat perubahan yang terjadi pada lingkungannya. Lingkungan tersebut digolongkan menjadi dua yaiu lingkungan eksternal dekat dan jauh.
            Lingkungan eksternal dekat yaitu lingkungan eksternal yang mempunyai dampak pada pada kegiatan-kegiatan operasional organisasi, seperti berbagai kekuatan dan kondisi dalam lingkup lapangan kerja spesifik yang spesialistik tetapi diperlukan oleh organisasi yang berpengaruh terhadap pemilihan alternatif  strategi yang diperkirakan mendukung upaya pencapaian tujuan organisasi. Berbagi lingkungan dekat dapat timbul karena tindakan organisasi yang bersangkutan sendiri dan tindakan prilaku berbagai pihak lain dalam lingkungan eksternal seperti pesaing, konsumen, pengaruh produksi,pemasok atau penyandang dana.
Lingkungan eksternal jauh yaitu berbagai kekuatan dan kondisi yang timbul terlepas dari apa yang terjadi pada lingkungan eksternal dekat tetapi sudah dikenali dandimanfaatkan oleh para pesaing. Kekuatan dan kondisi demikian dapat bersifat politik, ekonomi, teknologi, keamanan, hukum, sosial budaya, pendidikan dan kultur masyarakat luas. Misalnya dibidang politik dapat timbul situasi dimana terjadi perubahan dalam pemerintahan. Agar misi yang diemban tercapai dan profil yang telah ditetapkan terus terpelihara, tidak ada pilihan bagi manajemen kecuali mengenali, memperhitungkan dan, sejauh mungkin memanfaaatkan faktor-faktor lingkungan eksternal tersebut.
1.    Analisis dan Pilihan Strategi
Pemilihan yang dilakukan secara simultan terhadap lingkungan eksternal dan profil perusahaan memungkinkan manajemen mengidentifikasi berbagai jenis peluang yang mungkin timbul dan dapat dimanfaatkan. Berbagai peluang tersebut berupa kemungkinan yang wajar untuk dipertimbangkan. Dalam analisis tersebut manajemen mutlak perlu melakukan penyaringan yang cermat sehingga terlihat perbedaan nyata antara kemungkinan sebagai peluang yang diinginkan. Suatu strategi harus bermuara pada penggabungan antara sasaran jangka panjang dan strategi dasar organisasi yang pada gilirannya menempatkan perusahaan pada posisi yang optimal dalam menghadapi lingkungan dalam rangka mengemban misi yamg telah ditetapkan sebelumnya. Misalnya jika manajemen suatu perusahaan merasa bahwa perusahaan sudah terlalu tergantung pada suatu produk tertentu, mungkin saja timbul keinginan untuk melakukan suatu analisis yang mengarah pada suatu pilihan yang sifatnya strategi.
            Pada umumnya menentukan pilihan yang sifatnya stratejik bukanlah hal yang mudah, karena sebelum pilihan dijatuhkan pada suatu alternatif tertentu, diperlukan terlebih dahulu suatau analisis stratejik  untuk menyetarakan setiap peluang ang diperkirakan akan timbul dengan tujuan atau sasaran jangka panjang tertentu. Berbagai kreteria yang biasanya digunakan ialah sikap manajemen puncak mengenai pengambilan resiko, fleksibelitas, stabilitas, pertumbuhan, tingkat keuntungan dan diversivikasi produk.
1.    Penetapan sasaran jangka panjang
Dimuka telah ditekankan bahwa tidak ada “ rumus” yang pasti yang dapat digunakan oleh semua original tentang batasan kurun waktu yang sifatnya “ jangka panjang” . masing-masing organisasi harus menentukan bagi sendiri apa artinya jangka panjang itu. Yang jelas bahwa pada umumnya suatu atau berbagai sasaran dapat dikatakan bersifat jangka panjang apabila cakupan kurun waktunya “ multi tahun” agar mempunyai makna operasional yang dipahami oleh semua orang didalam organisasi, manajemen puncak harus menyatakan secara jelas apa yang ingin dicapai perusahaan dalam kurun waktu tertentu dimasa yang akan datang, karena itulah apa yang dimaksud dengan sasaran. Pada umumnya pencapaian sasaran melibatkan berbagai unsur perusahaan seperti pencapaian tingkat keuntungan , dividen bagi perusahaan, keunggulan kompetitif, kepemimpinan dalam pemanfaatan teknologi yang berkembang pesat, tingkat produktifitas , hubungan yang serasi dengan para karyawan, pengembangan para karyawan, dan tanggung jawab sosial perusahaan. Penting untuk memperhatikan berbagai sasaran yang ingin dicapai tidak hanya menyangkut produk –yang sedapat mungkin didasarkan pada keunggulan kompetitif –dan juga tidak hanya penguasaan pangsa pasar yang lebih besar, akan tetapi menyangkut berbagai aspek kehidupan kekaryaan para anggota organisasi, seperti pengurangan tingkat kemangkiran, peningkatan kepuasan kerja dan pengurangan perpindahan pegawai ke instansi lain. Sejauh mungkin, berbagai sasaran tersebut dinyatakn secara spesifik, dapat diukur, dan dapat dicapai dan konsisten dengan berbagai sasaran lain yang ingin dicapai oleh perusahaan.
2.    Penentuan strategi induk
Untuk mencapai berbagai sasaran yang telah ditentukan, setiap organisasi memerlukan strategi induk.  Maksudnya, rencana umum yang bersifat menyeluruh atau komprehensif yang mengandung arahan tentang tindakan-tindakan utama yang apabila terlaksana dengan baik akan berkakibat pada tercapainya berbagai sasaran jangka panjang dalam lingkungan eksternal yang bergerak dinamis. Pendekatan yang digunakan antara lain:
  1. konsistensi usaha pada satu produk tertentu karena organisasi memiliki keunggulan kompetitif,
  2. pengembangan pasar yang baru,
  1. pengembangan produk, baik dalam arti peningkatan mutu produk yang sudah dihasilkan maupun dalam arti produk baru
  2. inovasi, suatu hal yang dipandang suatu kebutuhan mutlak organisasi di masa depan
  3. integrasi bersifat horisontal,
  4. integrasi bersifat vertikal,
  5. usaha patungan dengan organisasi lain,
  6. pengalihan usaha pada bidang baru
  7. likuidasi

1.    Penentuan sasaran jangka pendek
Sasaran jangka panjang suatu organisasi memerlukan kongkretisasi. Salah satu cara melakukan kongkretisasi adalah dengan melakukan periodisasi, antara lain menerapkan sasaran tahunan. Dengan kata lain, sasaran jangka panjang mutlak perlu dirinci dalam sasaran jangka pendek, selama  satu tahun. Karena sifatnya rincian sasaran jangka panjang, maka bidang-bidang sasaran jangka panjang juga merupakan bidang- bidang sasaran jangka pendek. Hanya waktunya lebih dekat, rincian tersebut harus semakin jelas, konkret, mengandung hal-hal yang sifatnya mendetail  dan semakin kuantitatif.

2.    Penentuan strategi operasional
Telah umum  diketahui suatu organisasi bisnis terdiri dari berbagai satuan kerja. Yang dikenal dengan berbagai nomenklatur seperti departemen, divisi, bagian, seksi, dan lain sebagainya.    Berbagai satuan kerja inilah yang mengoperasikan rencana maupun strategi perusahaan. Bagi mereka inilah strategi operasional dibuat dan ditentukan dan atas dasar itu pulalah mereka bekerja pada tahun berikutnya. Satu hal yang menonjol dalam strategi operasional ialah rencana dan program kerja yang dinyatakan dalam bentuk anggaran.

3.    Perumusan kebijaksanaan
Dengan telah melalui berbagai proses manajemen strategik dimuka, yang masih diperlukan ialah perumusan kebijaksanaan dalam arti penentuan berbagai petunjuk untuk memandu cara berfikir, cara pengambilan keputusan dan cara bertindak bagi para manajer dan bawahanya yang kesemuanya diarahkan pada
implementasi dan operasionalisasi strategi organisasi yang bersangkutan. Kebijaksanaan dalam kaitan ini diartikan sebagai pernyataan formal dari pimpinan organisasi yang digunakan oleh berbagai pihak dalam organisasi dalam menunaikan kewajiban dan memikul tanggung jawab masing-masing. Kebijaksanaan merupakan bagian dari upaya menjamin bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam organisasi dimaksudkan dalam mencapai berbagai sasaran dan tujuan yang ingin dicapai dalam tanggung jawab masing-masing.
            Sebagai salah satu langkah dalam proses manajemen stratejik ialah perumusan kebijaksanaan. Yang dimaksud dengan kebijaksanaan disini adalah suatu prosedur operasional yang baku. Yang dalam bahas inggris dikenal dengan isitilah “ standard operating system “ (SOP). Dengan kata lain, merupakan suatu pernyataan oleh manajemen puncak tentang cara-cara yang akan digunakan dimasa yang akan datang untuk mencapai berbagai sasaran yang telah ditetapkan. Mengenai peranan kultur pun harus mendapat sorotan khusus dalam rangka implementasi suatu strategi. Seperti diketahui kultur organisasi adalah “makna yang diberikan oleh para anggota organisasi pada kehidupan bersama.” Dengan demikian setiap orang terikat pada kultur yang disepakati bersama itu. Pentingnya kultur organisasi terlihat dengan lebih jelas lagi apabila diingat bahwa kultur mempunyai fungsi-fungsi yang sangat penting dalam kehidupan organisasional seperti :
a.    Penentu batas-batas berperilaku.
b.    Penjamis stabilitas sosial dalam organisasi
c.    Pengendali emosi
d.    Penyalur informasi
e.    Penentu mekanisme pengawasan.
 Para pakar menekankan bahwa seluruh fungsi kultur tersebut mengejewantah dalam pandangan “bagaimana saya harus berperilaku dalam organisasiini.” Kesediaan berperilaku sesuai dengan tuntutan kultur organisasi akan meningkatkan efektifitas dan produktifitas kerja organisasiDengan demikian pencapaian tujuan dan berbagai sasaran diperkirakan akan lebih terjamin.

1.    Penciptaan sistim pengawasan
            Merupakan kenyataan yang tidak dapat disanggah bahwa oprerasionalisasi strategi memerlukan pengawasan. Mengawasi berarti mengamati dan memantau dengan berbagai cara Seperti pengamatan langsung
kegiatan-kegiatan operasional dilapangan, membaca laporan dan berbagai cara lainnya sementara berbagai kegiatan operasional sedang  berlangsung. Maksudnya ialah untuk mengetahui apakah dalam pelaksanaan terdapat penyimpangan disengaja atau tidak  dari rencana  dan program yang telah ditentukan sebelumnya.

1.    Penciptaan sistim penilaian
            Penilaian sebagai “upaya sadar untuk membandingkan hasil yang seharusnya dicapai dengan hasil yang seharusnya dicapai dengan hasil yang nyata dicapai dalam rangka pencapaian tujuan suatu organisasi.”
            Dari defenisi diatas terlihat beberapa hal, pertama, Penilaian merupakansalah satu fungsi manajerial yang sangat penting dan oleh karena itu mutlak perlu dilakukan oleh manajemen. Kedua, Karena manajemen merupakan suatu proses, penilaian dilakukan  apabila suatu tahaap implementasi misalnya tahap jaangka pendek telah selesai dikerjakan disini terlihat perbedaan penilaian dari pengawasan. Ketiga, penilaian merupakan suatu teknik pembandingan, yaitu antara lain hasil yang nyata dicapai yang diukur dengan berbagai kriteria tertentu sepeti waktu, dana yang digunakan, jumlah dan mutu produk yang dihasilkan.

2.    Penciptaan sistim umpan balik
Dalam dunia bisnis disadari benar, baik oleh para teoretisi maupun oleh para praktisi bahwa dalam setiap dan semua jenis kegiatan yag berlangsung dalam organisasi diperlukan umpan balik, Manajemen puncak sangat berkepentingan memperoleh umpan balik tentang bagaimana strategi yang telah ditetapkan diimplementasikan, dengan umpan balik yang faktual, tepat waktu, dan objektif, manajemen puncak memperoleh pengetahuan tentang segi-segi keberhasilan organisasi maupun kekurang berhasilannya, atau bahkan kegagalannya.



KESIMPULAN

Dari uraian di atas mahasiswa dapat menyimpulkan bahwa manajer yang efektif dan berhasil adalah mereka yang mampu berperan selaku penentu strategi yang tangguh, wirausahawan yang handal dan pemimpin yang efektif bagi para bawahannya. Pembahasan dimuka kiranya menggambarkan dengan jelas bahwa agar efektiftas dan produktifitas organisasi perusahaan meningkat, proses manajemen stratejik memainkan peranan penting dan menentukan.




Daftar Pustaka

Sondang P.S. 2009. Manajemen Strategi : Proses Manajemen Strategi dan Tahapannya dalam Organisasi Perusahaan.
SOWC. 2009. http://MEnstra.wordpress.com/2009/01/07/120/. 19 Oktober 2013.
 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar